Archive

Archive for the ‘Belajar SEO’ Category

Jumlah Kunjungan ke Festival Museum Nusantara

February 8th, 2010

Sejauh ini saya belum mendapat data pasti berapa Jumlah Kunjungan ke Festival Museum Nusantara yang telah diselenggarakan oleh pihak panitia Festival Museum Nusantara.

Karena tidak mudah mendata jumlah kunjungan wisatawan lokal maupun manca negara yang khusus berkunjung untuk menyaksikan Festival Museum Nusantara dari dekat. Kita hanya bisa menghimbau kepada segenap masyarakat untuk Menyukseskan festival museum nusantara ini

Namun saatnya tiba pastilah panitia Festival Museum Nusantara akan mengumpulkan data secara valid berapa Jumlah Kunjungan ke Festival Museum Nusantara yang telah mereka gelar hampir dua bulan terakhir.

Sebagai blogger tentu kita terpanggil untuk menyukseskan hajatan astaga.com lifestyle on the net dan  Festival Museum Nusantara

Belajar SEO , ,

Sukseskan Festival Museum Nusantara

February 6th, 2010

Niatan baik pihak penyelenggara kontes Festival Museum Nusantara patut kita dukung dan sukseskan agar penyelenggaraan festival tersebut berlangsung dengan lancar serta target untuk mengembalikan kecintaan masyarakan akan museum sebagai sarana pembelajaran dapat terwujut.

Apalagi hajatan kali ini menampilkan semua museum peninggalan masa lalu dan menjadi saksi sejarah betapa besarnya bangsa ini dimasa lalu.

mari kita sukseskan kontes seo astaga.com lifestyle on the net dan hajatan akbar Festival Museum Nusantara

Belajar SEO , ,

Jakarta Studio Launching

January 16th, 2010

Hari Minggu, 10 Januari 2010 situs Jakarta Studio resmi launching. Meski tidak dihadiri oleh segenap member blogger gurem, namun acara tetap meriah karena dihadiri oleh band pendatang baru, logout band.

Jakarta Studio sedianya akan menggantikan posisi situs KhayStudio yang akhir-akhir ini sering ngadat karena gangguan virus yang entah darimana asalnya.

Jakarta Studio yang memakai jasa masterwebnet.com dengan pilihan server Indonesia diharapkan mampu membantu sesama dalam memberikan paket layanan website dengan harga murah.

Belajar SEO ,

Museum Komodo dan Taman Reptilia

December 27th, 2009

Museum Fauna Indonesia “Komodo” dan Taman Reptilia menampilkan pesona satwa langka dalam bentuk awetan dan reptilia hidup. Arsitektur bangunannya mengambil bentuk komodo, satwa yang hanya hidup di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, berdiri di atas lahan seluas 10.120 m² dengan luas bangunan 1.500 m².

Tema pameran adalah keanekaragaman satwa di Indonesia, dari barat sampai timur, dan dari pantai sampai pegunungan, ditata dalam dua lantai.

Koleksi lantai I berupa berjenis-jenis binatang mamalia dan reptilia lengkap dengan kondisi lingkungan alamnya. Jenis-jenis yang hampir mengalami kepunahan ditampilkan, antara lain harimau, gajah dan beruang. Di dalam vitrin-vitrin disajikan berbagai macam kupu-kupu yang terdapat di seluruh Indonesia; berjenis keong, kerang, kepiting, dan udang; serta binatang beruas, meliputi kaki seribu, laba-laba, dan kala jengking.

Koleksi lantai II berupa berjenis-jenis burung yang diopset dan ditata sesuai dengan habitatnya, meliputi yang hidup di laut, pantai, rawa, persawahan, lapangan, perkebunan, dasar rimba, hutan, dan pegunungan dengan daerah asal Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Taman Reptilia yang menghadirkan koleksi reptilia hidup dibangun di sekitar gedung museum pada tanggal 20 April 2001. Pengunjung dapat mengenali satu persatu satwa unik tersebut mulai dari komodo, biawak, kadal, ular berkaki, ular sanca, king kobra, penyu, kura-kura leher ular, kura-kura buaya, kodok, buaya, iguana dan binatang reptil lainnya. Anak-anak yang memiliki rasa keingintahuan lebih dan selalu ingin memegang dapat bebas memegang dan bercengkerama dengan ular sanca di Taman Sentuh.sumber : tamanmini.com

Yuk kita suksekan Festival Museum Nusantara

Belajar SEO

Kejahatan di Internet

December 25th, 2009

Kejahatan di internet semakin hari tidak semakin berkurang tapi malah semakin meningkat. Bukan hanya orang awam saja yang bisa menjadi korban tapi orang yang melek mengenai pengertian Internet dan seluk beluknya pun bisa menjadi korban . Tim Berners-Lee, pendiri dari world wide web (www), mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi korban penipuan online. “Hal terburuk yang pernah terjadi pada saya adalah ketika saya bermaksud membeli hadiah Natal dari sebuah perusahaan online yang terlihat sebagai perusahaan yang bonafit di internet namun ternyata mereka benar-benar perusahaan palsu,” ungkapnya kepada koran The Daily Telegraph.

Apakah kejahatan di internet hanya sebatas pada penipuan online semacam contoh kasus di atas? Sayangnya tidak. Kejahatan di internet sangat banyak macamnya. Untuk mengantisipasi agar kita tidak menjadi korban seperti halnya Tim Berners alangkah baiknya jika kita mengenal macam -macamnya. Berikut adalah jenis kejahatan di Internet yang paling umum :

Carding
Adalah berbelanja mengunakan nomor atau identitas kartu kredit orang lain yang dilakukan secara ilegal. Pelakunya biasa disebut carder. Parahnya indonesia menduduki peringkat kedua dunia setelah Ukraina untuk kasus ini. Tak tanggung-tanggung 20% transaksi internet dari Indonesia adalah dari hasil Carding. Itulah sebabnya banyak situs belanja online yang memblokir ip asal Indonesia. Atau dengan kata lain konsumen Indonesia tidak boleh belanja di situs tersebut. Perkembangan terakhir pelaku carding juga mulai menyusup ke ruang-ruang chat seperti mIRC dengan mengiming-imingi barang berharga “miring”, begitu ada yang tertarik si pembeli disuruh membayar via rekening. Begitu uang terkirim barang tak pernah dikirim. Sebagai tambahan, kadang sebagian orang menganggap pelaku carding sama dengan hacker. Hal ini jelas tidak benar karena untuk melakukan carding tidak terlalu memerlukan otak. Mereka cukup mengetahui nomor kartu dan tanggal kadaluwarsa. Sedangkan hacker adalah orang yang sangat paham betul mengenai sistem keamanan suatu jaringan dan memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk menjadi seorang hacker sejati.

Hacking

Adalah kegiatan menerobos program komputer milik orang/pihak lain. Hacker adalah orang yang gemar ngoprek komputer, memiliki keahlian membuat dan membaca program tertentu, dan terobsesi mengamati keamanan (security)-nya. Biasanya hacker akan memberitahu kepada programer komputer yang diterobos mengenai adanya kelemahan pada program yang dibuat agar segera diperbaiki.

Cracking

Dapat dikatakan hacking untuk tujuan jahat. Pelakunya disebut cracker. Meski sama-sama menerobos keamanan komputer orang lain, “hacker” lebih fokus pada prosesnya. Sedangkan “cracker” lebih fokus untuk menikmati hasilnya. Dengan kata lain cracker adalah pencuri, pencoleng atau perampok yang beraksi di dunia maya.

Defacing

Defacing adalah kegiatan mengubah halaman situs/website pihak lain, seperti yang terjadi pada situs Menkominfo dan Partai Golkar, BI baru-baru ini dan situs KPU saat pemilu 2004 lalu. Tindakan deface ada yang semata-mata iseng, unjuk kebolehan, pamer kemampuan membuat program, tapi ada juga yang jahat, untuk mencuri data dan dijual kepada pihak lain.

Phising

Phising adalah tindak kejahatan memancing pemakai komputer di internet (user) agar mau memberikan informasi data diri pemakai (username) dan kata sandinya (password) pada suatu website yang sudah di-deface. Phising biasanya diarahkan kepada pengguna online banking. Isian data pemakai dan password yang vital yang telah dikirim akhirnya akan menjadi milik penjahat tersebut dan digunakan untuk belanja dengan kartu kredit atau uang rekening milik korbannya.

Spamming

Adalah mengirimkan pesan atau iklan yang tidak dikehendaki melalui surat elektronik (E-mail). Pengiriman e-mail dapat hadiah, lotere, atau seseorang yang mengaku mempunyai rekening di Amerika, baghdad dan sebagainya lalu meminta tolong untuk mencairkan. Belakangan ini seorang spammer telah ditangkap dan terancam menghadapi bui karena aksinya yang menyalahi aturan koneksi Facebook. Perkara tersebut telah ditangani oleh Kejaksaan Agung Amerika Serikat. Sanford Wallace atau yang dikenal dengan nama “Spam King” berhasil digiring oleh Jeremy Fogel, hakim U.S Distric Court for Northern Distric of California atas kasus mail marketing. Jaksa Agung tersebut akan memprosesnya atas tuduhan pencemaran dalam akses Facebook. Dan hasilnya Wallace dikenai sanksi membayar denda sebesar US$ 230 juta. Yang saya pertanyakan apakah inbox berantai di Facebook juga termasuk kejahatan di internet dan bisa di kenai pasal pidana? Soalnya akhir-akhir ini inbox di Akun Facebook saya sering mendapat pesan berantai yang tidak berkesudahan.

Malware

Adalah program komputer yang mencari kelemahan dari suatu software. Umumnya malware diciptakan untuk membobol atau merusak suatu software atau operating system. Malware terdiri dari berbagai macam, yaitu: virus, worm, trojan horse, adware, browser hijacker, dll. Di pasaran alat-alat komputer dan toko perangkat lunak (software) memang telah tersedia antispam dan anti virus, dan anti malware. Meski demikian, bagi yang tak waspadai selalu ada yang kena. Karena pembuat virus dan malware umumnya terus kreatif dan produktif dalam membuat program untuk mengerjai korban-korbannya.

Melalui tulisan ini saya sangat berharap agar mata kita terbuka terhadap aksi yang dilakukan oleh para Cyber Crime sehingga kita bisa lebih berhati-hati dalam bersikap di dunia maya. Berpikir matang dan cerdas sebelum melakukan transaksi di internet.

Kejahatan internet lainnya, pornografi yakni menjadikan internet sebagai arena prostitusi. Sejumlah situs porno yang digunakan sebagai pelacuran terselubung dan penjualan aksesoris seks pernah diusut Polda Metro Jaya, dan pengelolanya ditangkap. Situs judi seperti indobetonline.com, juga pernah dibongkar Mabes Polri. Selain itu, belum lama ini, kepolisian Tangerang juga membongkar judi di situs tangkas.net yang menyediakan judi bola tangkas, Mickey Mouse dan lainnya. Kejahatan lainnya, penipuan lewat internet. Demikianlah artikel tentang jenis kejahatan di internet semoga bermanfaat.

Sumber : http://tetembak.blogspot.com/2009/12/jenis-kejahatan-di-internet.html

Belajar SEO , , , , , , , ,

Kapan Google Update PR

December 18th, 2009

Kapan bro Google  Update Pagerank atau PR? Pertanyaan itu selalu mampir di Ym! gw ketika gw sedang online. Padahal mereka tau gw bukan Matt Cutt atau Matt Kodir. Gw cuma seorang Nyubi yang tidak tahu kapan Google akan Update PR. Ada-ada saja konco-konco ku ini.

Menurut ramalam Mama Luarent, tau khan mama Laurent? Sang Paranormal kondang negeri ini? Google akan melakukan update PR pada bulan Januari. Biasanya dipertengahan Januari. Begitu kata para pakar seo. Tadi diralat. Bukan Mama Laurent yang bilang, tapi para pakar SEO.

Bulan Januari pertengahan? Berarti sebentar lagi dunkz bro. Betul. Kalau memang benar google update pr bulan Januari, berarti emang sebentar lagi. Tapi bagaimana bila google tidak jadi update PR? Pasti kita semua akan termehek-mehek. Udah pegel-pegel nyari Backlink Berkualitas, eh malah Google tidak jadi update.

Namun tidak perlu kecewa bila google tidak melakukan update PR bulan januari nanti atau malah google akan menghapus sistem PR dari sistem mereka selama ini. Khan masih ada Parameter Pengganti Google Pagerank dan Technorati Rank yang dapat menjadi acuan bagi para internet marketing.

Namun menurut pendapat saya, Google tidak akan berani menghapus sistem pagerank dari sistem mereka. Tentu menghapus sistem pagerank adalah langkah yang keliru. Bisa jadi kalau google menghapus sistem pagerank, alexa akan menjadi parameter baru yang digunakan untuk mengukur popularitas sebuah blog. Sebuah blog dengan ranking alexa yang kecil, tentu lebih bila dibandingkan dengan ranking alexa yang tinggi.

Namun bila benar Major Google Update dilakukan bulan Januari, tentu saya berharap, blog saya yang banyak mengupas pengemis dan pengamen jalanan – karena sedang mengikuti kontes seo Mengembalikan Jati Diri Bangsa -  itu bisa mendapat PR 5. Kalau PR diukur dari jumlah backlink, tentu saya sudah masuk dalam kategori tersebut. 80.000 backlink yang terdeteksi di Google Webmaster Tools, bukanlah sebuah nilai yang kecil. Menurut gw siy.

Belajar SEO ,

5 Langkah Mudah Untuk Meningkatkan Trafik Di Situs Anda

December 15th, 2009

Kami akan memberikan petunjuk 5 langkah mudah untuk meningkatkan trafik disitus anda. Sebuah situs harus dioptimasi sedemikian rupa agar trafik disitus anda meningkat. Pekerjaan ini berkaitan erat dengan teknik seo. Inilah yang kami lakukan untuk memperoleh trafik di blog Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Mengembangkan website yang bagus dengan fitur menarik saya rasa tidak cukup, Anda harus memiliki strategi pemasaran yang efektif untuk berhasil. Seorang pemilik situs harus merencanakan beberapa kegiatan promosi untuk menjangkau sasaran secara langsung. Ada berbagai cara yang yang dapat dilakukan untuk memperoleh lalu lintas situs yang berlimpah, dan membangun kredibilitas sambil meningkatkan keuntungan secara langsung. Berikut ini adalah cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan trafik situs anda.

1.Search Engine Optimization (SEO) adalah salah satu cara yang paling efektif untuk meningkatkan lalu lintas situs web dan jumlah pengunjung. Setiap bisnis online harus menerapkan strategi SEO untuk menarik lebih banyak lalu lintas ke situs Web. Layanan ini hemat biaya dan menjamin meningkatkan visibilitas dan peringkat bersama dengan peningkatan produktivitas, kualitas yang lebih baik dan layanan yang lebih baik. Beberapa dari layanan ini meliputi; pada halaman pengoptimalan (page optimization), distribusi artikel, SEO copywriting, dan link building yang dapat menarik ratusan atau bahkan ribuan pengunjung ke situs Anda setiap bulan. Seorang pemilik website dapat menyewa SEO freelance profesional untuk persyaratan tersebut.

2.Search Engine Marketing – cara cepat lainnya yang lebih penting untuk mengarahkan lalu lintas saat mempromosikan sebuah website. Juga meningkatkan visibilitas di halaman hasil mesin pencari (SERPs) melalui penggunaan ‘penempatan dibayar’, periklanan kontekstual, dan membayar inklusi. Seorang pemilik website dapat memposting iklan dibayar kecil pada halaman hasil pencarian, dan dia harus membayar setiap kali ia mendapat diklik. Hal ini dibayar, tetapi sarana yang sangat kuat untuk menarik lebih banyak pengunjung ke website anda sambil mempromosikan produk dan jasa Anda. Layanan ini dapat diserahkan kepada freelance profesional yang terampil untuk memotong biaya tambahan.

3.RSS-Jika Anda memiliki sebuah blog atau sebuah situs web dan memiliki feed RSS (Really Simple Syndication) ia benar-benar dapat membantu Anda dalam mendapatkan banyak pengunjung. Calon pelanggan Anda dapat berlangganan ke situs Web Anda melalui RSS atau mendapatkan update blog Anda via email, mereka akan mendapatkan update tentang konten situs anda setiap ada update di website Anda. Ini penting untuk menjaga orang-orang yang berhubungan dengan situs / blog dan membawa mereka kembali ke website kita

4. Bookmarking & Jaringan Sosial-Ini adalah salah satu permintaan terbaru dan cara mengarahkan lebih banyak lalu lintas ke situs Web Anda. Website seperti Technorati, Digg, Stumble Upon dll dapat membantu Anda dalam berbagi link penting dengan orang lain. Link dapat dilihat dan diperiksa oleh masyarakat sebagai target pelanggan Anda, dan karena itu banyak lalu lintas yang kita peroleh melalui media ini. Sebagai seorang pemula sangat penting untuk berpartisipasi sebagai anggota, memboorkmak link lain dan kemudian men submit link Anda sendiri. Website ini menawarkan platform global untuk berhubungan dengan target pelanggan dan untuk mendukung produk dan jasa Anda.

Jaringan sosial juga dapat membantu dalam membawa banyak lalu lintas ke situs Web Anda. Jaringan sosial adalah situs-situs seperti Facebook, Linkedin, twiter, Myspace dll memberikan kesempatan untuk berhubungan dengan masyarakat yang relevan dengan bidang bisnis Anda dan berbagi, belajar dan membahas tren terbaru dan pasar, sementara pemasaran perusahaan atau produk Anda. Mereka bekerja sebagai forum global untuk membiarkan orang mengetahui dan memahami manfaat produk Anda dan utilitas, dan karena itu menarik mereka ke situs web Anda. Situs Web media sosial ini menawarkan aplikasi yang dapat digunakan untuk mendapatkan cara mudah dalam meningkatkan lalu lintas ke situs Web Anda.

5. Kegiatan promosi Lainnya. Ada beberapa kegiatan yang dapat Anda lakukan untuk membuat produk Anda berdiri tegak di antara kompetitor dan untuk meningkatkan lalu lintas situs Web Anda. Mempekerjakan seorang freelance profesional dengan keahlian pemasaran online dapat membantu dalam melaksanakan kegiatan ini.

Direktori Submisi-Anda dapat mencari melalui Internet dan menemukan direktori yang relevan dengan bidang bisnis atau produk Anda. Pastikan diri Anda terdaftar di situs tersebut karena mereka membantu dalam membawa target pengunjung yang ditetapkan. Anda bisa mengirimkan nama situs Anda, menggunakan kata kunci Anda, dan kemudian Anda bisa berada di peringkat lebih tinggi di Google untuk kata kunci tersebut, yang berarti lebih banyak lalu lintas!

Berpartisipasi dalam forums/groups- Ada berbagai forum diskusi di mana Anda dapat menemukan pelanggan potensial Anda dengan cepat. Anda dapat dengan mudah berpartisipasi dalam forum yang relevan dengan niche Anda, berdiskusi tentang isu-isu yang sedang terjadi, berbagi pengetahuan, dan menjawab pertanyaan. Ini adalah sebuah cara tidak langsung dalam memasaran produk Anda ketika menjadi bagian dari kelompok ini. Anda juga dapat menambahkan link website Anda, tanda tangan Anda (Signature) yang terlihat pada semua posting Anda dan dapat dilihat oleh semua pengunjung forum.

Promosi Lewat Email- Email adalah biaya promosi yang efektif untuk mempromosikan website Anda. Karena email mudah dibuat dan dikelola dan dapat dikirim ke pelanggan atau calon pelanggan. Anda dapat membuat daftar pelanggan Anda dan mengirim email kepada mereka sesuai pilihan Anda. Pastikan email isi email singkat, informatif dan menarik. Hari ini banyak alat promosi via email yang tersedia di pasar yang bebas digunakan dan berguna … check out

Mudah-mudahan tips sederhana ini dapat meningkatkan lalu lintes ke website Anda dan dapat berhasil dalam menjalankan bisnis online Anda. Salam hangat dari kami, Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Belajar SEO , , , , , ,

Cara Mengoptimalkan Blogspot

December 6th, 2009

Setelah rekan-rekan mengoptimalkan blogspot dengan Seo Untuk Blogspot kenapa tidak sekalian mengoptimalkan blogspot agar menjadi Visitor friendly blog? Tentu jika blogspot anda mempunyai sejumlah pengunjung rutin maka ada baiknya membuat mereka merasa disambut dan nyaman, yaitu dengan menyediakan sejumlah fitur. Berikut ini adalah fitur-fitur yang bisa anda gunakan untuk menyulap Blogspot rekan menjadi visitor friendly blog atau blog yang ramah pengunjung atau mempercantik blog.

1. Mempunyai related topic disetiap posting:
fitur ini bertindak untu menahan pengunjung anda agar tidak langsung pergi, yaitu dengan menyuguhkan daftar artikel dibawah posting yang mempunyai kategori sama dengan artikel yang ia sedang/sudah baca. Jika belum mengetahui cara memasangnya silahkan ke: Membuat related topic diblogspot.

2. Mempunyai kolom komentar tepat dibawah posting seperti kolom komentar WordPress: dengan begini pengunjung anda tidak susah-susah membuka popup window. Untuk blogger beta/layout caranya silahkan ke: Membuat kolom komentar dibawah posting blogspot. Dan untuk blogger classic/klasik silahkan ke: Format komentar diblogspot klasik.

3. Memasang Poll/angket: fitur ini dapat anda manfaatkan untuk memberi kesempatan pengunjung memilih sejumlah pilihan yang anda buat, misalkan anda ingin blog ini membahas apa?..1. tutorial blog 2. tips bisnis dll. Dengan begini anda mengetahui tema apa yang di inginkan pengunjung. Untuk membuatnya silahkan menuju page element dan add poll. Jika anda menggunakan blogspot klasik, coba googling dengan keyword:”free poll” atau bisa langsung ke bravenet.com anda register untuk mendapatkan poll dan modelnya pun bagus.

4. Pasang aksesoris seperti Jam, waktu Shalat dan lainnya: walaupun ini terkesan remeh namun pada faktanya fitur seperti ini dapat membuat blog anda ramah terhadap pengunjung. Mas Fatihsyuhud telah mengumpulkan daftar aksesoris blog lengkap yang dapat mempercantik blogspot anda silahkan ke: Aksesoris blog.

5. Pasang social bookmark ditiap posting: jika pengunjung blog anda ialah para social bookmarker maka ada baiknya memudahkan mereka untuk mensubmit konten anda ke layanan social bookmark seperti digg, stumbleupon dll, lalu maka kenapa tidak membantu mereka? Silahkan ke memasang barisan social bookmark.

6. Memasang star ratings: fitur ini menurut saya seru karena membolehkan pengunjung untuk memberi nilai terhadap posting anda dengan mengklik deretan bintang. Maka silahkan ke: Star rating diblogspot.

7. Membersihkan tampilan muka blogspot anda: Jika dibagian bawah setiap posting anda terdapat social bookmark, feedburner dan button2x lainnya, tentu akan membuat tampilan muka blogspot anda menjadi keramaian. Lalu kenapa tidak disembunyikan saja dari tampilan muka? Dengan begitu button2x tersebut baru akan tampak/muncul setelah visitor anda mengklik salah satu judulnya. Jika ingin menyembunyikannya, silahkan ke: Menyembunyikan aksesoris blogger dihalaman muka.

8. Mempunyai popular post/posting yang paling populer: Hal ini selain membuat blogspot anda ramah juga akan memperbanyak jumlah klik diblogspot anda, untuk mengetahui caranya, Agus Ramadhani atau O-Om.com telah membuat tutorialnya, silahkan ke: Membuat top post diblogspot.

9. Mempunyai unpopular post: fitur ini kebalikan dari fitur popular post, jika popular post menampilkan posting-posting yang populer diblogspot anda, maka fitur ini menampilkan daftar posting yang tidak populer. Ini sangat bagus karena posting anda tidak terkubur kedalam arsip, untuk mengetahui cara masangnya silahkan kunjungi blog teman saya Mxy di: Unpopular Post List.

10. Membuat daftar pemberi komentar terbanyak: Widget ini akan menampilkan daftar nama komentator diblogspot anda, namun bedanya widget ini memberi backlink kepada para komentator. Dengan kata lain anda memberi ucapan terima kasih kepada para komentator yang telah meluangkan waktu untuk komen. Untuk memasangnya, silahkan ke: Top komentator list widget.

11. Pasang recent komentar/komentar terbaru: Ini bermanfaat untuk mengikuti jalannya diskusi disalah satu posting anda, untuk memasangnya kang Rohman telah membuatkan tutorialnya di: memasang recent komentar diblogspot.

Tambahan: Pasang juga imoticon didalam posting anda, agar posting lebih seru dibaca oleh pengunjung, cara pasangnya silahkan ke: Emoticon didalam posting blogspot.

Ke 11 cara diatas ialah usaha agar blog blogspot anda ramah terhadap pengunjung, blog tidak ubahnya seperti rumah dan anda adalah tuan. Jika desain dan aksesoris rumah anda ramah terhadap tamu, maka tentulah sang tamu akan betah berlama-lama dilamanya. Karena mereka merasa disambut dan dilayani. Begitupun sebuah blog, sebagai tuan rumah tentulah anda ingin tamu anda tersenyum saat mereka pergi. Bukan begitu? http://abibakarblog.com | http://khai.yehia.org

Belajar SEO

Tips dan Cara Aman Bermain Paid Review

November 13th, 2009

Tips dan cara aman bermain paid review ini didapatkan dari blogseo yang sudah malang melintang didunia paid review. Dan berikut ini adalah adalah cerita dari si admin blogseo, purba. Sangat bermanfaat sekali bagi saya yang baru akan memulai menjalani paid review

Sudah setahun lebih saiia menggeluti bisnis paid review, dan selama itu, banyak hal yang saiia dapatkan dari sana, baik hal yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Hal yang menyenangkan dari bisnis ini sudah jelas, dengan cara bermain paid review online earning saiia jadi bertambah banyak jika di banding dengan tahun- tahun sebelumnya dimana saiia hanya bergantung pada adsense saja. Lalu apa hal yang menyedihkan dari bisnis paid review? Saiia kira untuk yang satu ini juga tidak perlu dijelaskan lebih lanjut, karena teman-teman blogger pasti juga sepakat jika momok pebisnis paid review itu adalah pengurangan pagerank. Yah, pengurangan pagerank oleh Eyang Google inilah yang menjadi ganjalan utama bagi sebagian besar pebisnis paid review.

Saiia dan anda pasti sering melihat kasus dimana sebuah blog yang di monetisasi lewat program paid review kena pengurangan PR besar-besaran sewaktu ada update pagerank. Blog yang semula memiliki Pagerank 3, 4 atau bahkan 5 tau-tau kena gebuk menjadi PR 1 atau bahkan 0. Sangat menyakitkan bukan? Berangkat dari pertimbangan itulah maka pada postingan kali ini saiia akan berbagi sedikit tips dan cara aman bermain paid review. Namun sebelum saiia sampaikan tips dan cara nya, saiia ingin memberitahukan kepada semua jika tips dan cara aman bermain paid review ini hanya berdasarkan opini pribadi saiia saja, jadi belum tentu benar menurut kalian. Terlebih lagi, tidak ada jaminan juga blog anda bisa 100% lolos dari penurunan Google PageRank, hehee.

Ok, tips dan cara aman bermain paid review versi belajar seo adalah bergabunglah dengan broker-broker paid review yang memberikan “Google friendly links” kepada kita. Memang sih sulit menentukan broker mana saja yang layak untuk kita ikuti,namun menurut pengalaman saiia, 3 broker dibawah inilah yang cukup friendly terhadapa eyang Google.
1. Blogtoprofit
2. Bloggerwave
3. Blogsvertise>

Jika kalian bertanya kenapa 3 broker diatas yg saiia rekomendasikan, itu karena selama saiia mengelola Babi Ngepet, cuma 3 broker itulah yang saiia ikuti, dan hasilnya sampai sekarang blog tersebut masih selamat dengan PR 3, sementara untuk blog lain yang join dengan sponsoredreviews, payperpost, payingpost dll, PRnya amblas tak berbekas alias NOL besar. Kalau sudah begini, bagaimana pendapat kalian mengenai tips sederhana saiia diatas ? Bisa juga kan dijadikan sebagai bahan pertimbangan? Hehehee..

Sumber : Blogseo

Belajar SEO

About SEO

November 10th, 2009

Search engine optimization (SEO) is the process of improving the volume or quality of traffic to a web site from search engines via “natural” or un-paid (“organic” or “algorithmic”) search results as opposed to search engine marketing (SEM) which deals with paid inclusion. Typically, the earlier (or higher) a site appears in the search results list, the more visitors it will receive from the search engine. SEO may target different kinds of search, including image search, local search, video search and industry-specific vertical search engines. This gives a web site web presence.

As an Internet marketing strategy, SEO considers how search engines work and what people search for. Optimizing a website primarily involves editing its content and HTML and associated coding to both increase its relevance to specific keywords and to remove barriers to the indexing activities of search engines.

The acronym “SEO” can also refer to “search engine optimizers,” a term adopted by an industry of consultants who carry out optimization projects on behalf of clients, and by employees who perform SEO services in-house. Search engine optimizers may offer SEO as a stand-alone service or as a part of a broader marketing campaign. Because effective SEO may require changes to the HTML source code of a site, SEO tactics may be incorporated into web site development and design. The term “search engine friendly” may be used to describe web site designs, menus, content management systems, images, videos, shopping carts, and other elements that have been optimized for the purpose of search engine exposure.

Another class of techniques, known as black hat SEO or spamdexing, use methods such as link farms, keyword stuffing and article spinning that degrade both the relevance of search results and the user-experience of search engines. Search engines look for sites that employ these techniques in order to remove them from their indices.

History
Webmasters and content providers began optimizing sites for search engines in the mid-1990s, as the first search engines were cataloging the early Web. Initially, all a webmaster needed to do was submit the address of a page, or URL, to the various engines which would send a spider to “crawl” that page, extract links to other pages from it, and return information found on the page to be indexed.
The process involves a search engine spider downloading a page and storing it on the search engine’s own server, where a second program, known as an indexer, extracts various information about the page, such as the words it contains and where these are located, as well as any weight for specific words, and all links the page contains, which are then placed into a scheduler for crawling at a later date.

Site owners started to recognize the value of having their sites highly ranked and visible in search engine results, creating an opportunity for both white hat and black hat SEO practitioners. According to industry analyst Danny Sullivan, the phrase search engine optimization probably came into use in 1997.

Early versions of search algorithms relied on webmaster-provided information such as the keyword meta tag, or index files in engines like ALIWEB. Meta tags provide a guide to each page’s content. But using meta data to index pages was found to be less than reliable because the webmaster’s choice of keywords in the meta tag could potentially be an inaccurate representation of the site’s actual content. Inaccurate, incomplete, and inconsistent data in meta tags could and did cause pages to rank for irrelevant searches.
Web content providers also manipulated a number of attributes within the HTML source of a page in an attempt to rank well in search engines.

By relying so much on factors such as keyword density which were exclusively within a webmaster’s control, early search engines suffered from abuse and ranking manipulation. To provide better results to their users, search engines had to adapt to ensure their results pages showed the most relevant search results, rather than unrelated pages stuffed with numerous keywords by unscrupulous webmasters. Since the success and popularity of a search engine is determined by its ability to produce the most relevant results to any given search, allowing those results to be false would turn users to find other search sources. Search engines responded by developing more complex ranking algorithms, taking into account additional factors that were more difficult for webmasters to manipulate.

Graduate students at Stanford University, Larry Page and Sergey Brin, developed “backrub,” a search engine that relied on a mathematical algorithm to rate the prominence of web pages. The number calculated by the algorithm, PageRank, is a function of the quantity and strength of inbound links.
PageRank estimates the likelihood that a given page will be reached by a web user who randomly surfs the web, and follows links from one page to another. In effect, this means that some links are stronger than others, as a higher PageRank page is more likely to be reached by the random surfer.

Page and Brin founded Google in 1998. Google attracted a loyal following among the growing number of Internet users, who liked its simple design.
Off-page factors (such as PageRank and hyperlink analysis) were considered as well as on-page factors (such as keyword frequency, meta tags, headings, links and site structure) to enable Google to avoid the kind of manipulation seen in search engines that only considered on-page factors for their rankings. Although PageRank was more difficult to game, webmasters had already developed link building tools and schemes to influence the Inktomi search engine, and these methods proved similarly applicable to gaming PageRank. Many sites focused on exchanging, buying, and selling links, often on a massive scale. Some of these schemes, or link farms, involved the creation of thousands of sites for the sole purpose of link spamming.

By 2004, search engines had incorporated a wide range of undisclosed factors in their ranking algorithms to reduce the impact of link manipulation. Google says it ranks sites using more than 200 different signals. The three leading search engines, Google, Yahoo and Microsoft’s Bing, do not disclose the algorithms they use to rank pages. Notable SEOs, such as Rand Fishkin, Barry Schwartz, Aaron Wall and Jill Whalen, have studied different approaches to search engine optimization, and have published their opinions in online forums and blogs.
SEO practitioners may also study patents held by various search engines to gain insight into the algorithms.

In 2005 Google began personalizing search results for each user. Depending on their history of previous searches, Google crafted results for logged in users. In 2008 Bruce Clay, said that “ranking is dead” because of personalized search. It would become meaningless to discuss how a website ranked, because its rank would potentially be different for each user and each search.

In 2007 Google announced a campaign against paid links that transfer PageRank. In 2009 Google disclosed that they had taken measures to mitigate the effects of PageRank sculpting by use of the nofollow attribute on links

Relationship with search engines
By 1997 search engines recognized that webmasters were making efforts to rank well in their search engines, and that some webmasters were even manipulating their rankings in search results by stuffing pages with excessive or irrelevant keywords. Early search engines, such as Infoseek, adjusted their algorithms in an effort to prevent webmasters from manipulating rankings.

Due to the high marketing value of targeted search results, there is potential for an adversarial relationship between search engines and SEOs. In 2005, an annual conference, AIRWeb, Adversarial Information Retrieval on the Web, was created to discuss and minimize the damaging effects of aggressive web content providers.

SEO companies that employ overly aggressive techniques can get their client websites banned from the search results. In 2005, the Wall Street Journal reported on a company, Traffic Power, which allegedly used high-risk techniques and failed to disclose those risks to its clients.Wired magazine reported that the same company sued blogger and SEO Aaron Wall for writing about the ban. Google’s Matt Cutts later confirmed that Google did in fact ban Traffic Power and some of its clients.

Some search engines have also reached out to the SEO industry, and are frequent sponsors and guests at SEO conferences, chats, and seminars. In fact, with the advent of paid inclusion, some search engines now have a vested interest in the health of the optimization community. Major search engines provide information and guidelines to help with site optimization. Google has a Sitemaps program to help webmasters learn if Google is having any problems indexing their website and also provides data on Google traffic to the website. Google guidelines are a list of suggested practices Google has provided as guidance to webmasters. Yahoo! Site Explorer provides a way for webmasters to submit URLs, determine how many pages are in the Yahoo! index and view link information.

Methods
The leading search engines, such as Google and Yahoo!, use crawlers to find pages for their algorithmic search results. Pages that are linked from other search engine indexed pages do not need to be submitted because they are found automatically. Some search engines, notably Yahoo!, operate a paid submission service that guarantee crawling for either a set fee or cost per click. Such programs usually guarantee inclusion in the database, but do not guarantee specific ranking within the search results. Two major directories, the Yahoo Directory and the Open Directory Project both require manual submission and human editorial review. Google offers Google Webmaster Tools, for which an XML Sitemap feed can be created and submitted for free to ensure that all pages are found, especially pages that aren’t discoverable by automatically following links.

Search engine crawlers may look at a number of different factors when crawling a site. Not every page is indexed by the search engines. Distance of pages from the root directory of a site may also be a factor in whether or not pages get crawled.

Preventing crawling
To avoid undesirable content in the search indexes, webmasters can instruct spiders not to crawl certain files or directories through the standard robots.txt file in the root directory of the domain. Additionally, a page can be explicitly excluded from a search engine’s database by using a meta tag specific to robots. When a search engine visits a site, the robots.txt located in the root directory is the first file crawled. The robots.txt file is then parsed, and will instruct the robot as to which pages are not to be crawled. As a search engine crawler may keep a cached copy of this file, it may on occasion crawl pages a webmaster does not wish crawled. Pages typically prevented from being crawled include login specific pages such as shopping carts and user-specific content such as search results from internal searches. In March 2007, Google warned webmasters that they should prevent indexing of internal search results because those pages are considered search spam

Increasing prominence

A variety of other methods are employed to get a webpage shown up in the searchs results. These include:

  • Cross linking between pages of the same website. Giving more links to main pages of the website, to increase PageRank used by search engines. Linking from other websites, including link farming and comment spam.
  • Writing content that includes frequently searched keyword phrase, so as to be relevant to a wide variety of search queries. Adding relevant keywords to a web page meta tags, including keyword stuffing.
  • URL normalization of web pages accessible via multiple urls, using the “canonical” meta tag.

As a marketing strategy
Eye tracking studies have shown that searchers scan a search results page from top to bottom and left to right (for left to right languages), looking for a relevant result. Placement at or near the top of the rankings therefore increases the number of searchers who will visit a site. However, more search engine referrals does not guarantee more sales. SEO is not necessarily an appropriate strategy for every website, and other Internet marketing strategies can be much more effective, depending on the site operator’s goals. A successful Internet marketing campaign may drive organic traffic to web pages, but it also may involve the use of paid advertising on search engines and other pages, building high quality web pages to engage and persuade, addressing technical issues that may keep search engines from crawling and indexing those sites, setting up analytics programs to enable site owners to measure their successes, and improving a site’s conversion rate.

SEO may generate a return on investment. However, search engines are not paid for organic search traffic, their algorithms change, and there are no guarantees of continued referrals. Due to this lack of guarantees and certainty, a business that relies heavily on search engine traffic can suffer major losses if the search engines stop sending visitors. It is considered wise business practice for website operators to liberate themselves from dependence on search engine traffic. A top-ranked SEO blog Seomoz.org has suggested, “Search marketers, in a twist of irony, receive a very small share of their traffic from search engines.” Instead, their main sources of traffic are links from other websites

International markets
Optimization techniques are highly tuned to the dominant search engines in the target market. The search engines’ market shares vary from market to market, as does competition. In 2003, Danny Sullivan stated that Google represented about 75% of all searches. In markets outside the United States, Google’s share is often larger, and Google remains the dominant search engine worldwide as of 2007. As of 2006, Google had an 85-90% market share in Germany. While there were hundreds of SEO firms in the US at that time, there were only about five in Germany. As of June 2008, the marketshare of Google in the UK was close to 90% according to Hitwise. That market share is achieved in a number of countries.

As of 2009, there are only a few large markets where Google is not the leading search engine. In most cases, when Google is not leading in a given market, it is lagging behind a local player. The most notable markets where this is the case are China, Japan, South Korea, Russia and Czech Republic where respectively Baidu, Yahoo! Japan, Naver, Yandex and Seznam are market leaders.

Successful search optimization for international markets may require professional translation of web pages, registration of a domain name with a top level domain in the target market, and web hosting that provides a local IP address. Otherwise, the fundamental elements of search optimization are essentially the same, regardless of language

Legal precedents
On October 17, 2002, SearchKing filed suit in the United States District Court, Western District of Oklahoma, against the search engine Google. SearchKing’s claim was that Google’s tactics to prevent spamdexing constituted a tortious interference with contractual relations. On May 27, 2003, the court granted Google’s motion to dismiss the complaint because SearchKing “failed to state a claim upon which relief may be granted.”

In March 2006, KinderStart filed a lawsuit against Google over search engine rankings. Kinderstart’s web site was removed from Google’s index prior to the lawsuit and the amount of traffic to the site dropped by 70%. On March 16, 2007 the United States District Court for the Northern District of California (San Jose Division) dismissed KinderStart’s complaint without leave to amend, and partially granted Google’s motion for Rule 11 sanctions against KinderStart’s attorney, requiring him to pay part of Google’s legal expenses

Belajar SEO , ,