Jati diri itu bernama Bangsa
Kemaren secara tidak sengaja saya bertemu dengan seorang kawan lama dari tangerang. Sebut saja namanya jati diri. memang beliau ini adalah salah satu putra terbaik bangsa ketika masih sekolah.Inilah salah satu khai’s friend
Singkat cerita kami berdua langsung menuju warung kopi dipinggir jalan tak jauh dari Balajara. Aku seperti biasa memesan kopi luwak kesukaanku. Kopi luwak disini disebut kopi abc susu. Sementara dia tetap dengan minuman kesukaannya, Es teh manis tanpa tembakau. Hebat betul kawan saya ini. No smoke every day.
Tanpa sengaja pembicaraan kami menyinggung sebuah nama. Yuliana Sary, siswa akuntansi di smea gajah mada lapung yang lumayan cantik. Dan kebetulan doi ini adalah mantan kekasih saya. Masih teringat tatkala kami bertamasya di pantai merak belatung lampung akhir 95. Ketika itu kami mengadakan acara perpisyahan. Maklumlah, ini adalah pertemuan terakhir kami di sekolah. Setelah itu kami akan kuliah dikota masing-masing. Aku berangkat ke Bandung sementara doi tetap kuliah di Unila. Itu rencana awalnya.
Hari masiy sore. Wahyu masih betah mantengin netbooknya. Ketika aku lirik dia sedang mengoptimasi blognya yang sedang diikutkan dalam lomba mengembalikan jati diri bangsa. Good luck way. Ternyata doi gemar juga belajar ilmu SEO
Doi sempat bercerita kasus yang menimpa temannya, Yani. Yani (nama samaran) seorang gadis idola dikampungnya yang dia idam-idamkan ternyata sudah hamil diluar nikah. Padahal doi rela menjual sawah peninggalan engkongnya andai sajah Yani bersedia kawin dengannya. Tapi apa lacur. Cinta doi tidak kesampaian. Hamil diluar nikah itu benar2 sebuah perbuatan yang memalukan. Yani dikucilkan dilingkungan pergaulan dikampungnya. Sementara wahyu menanggung sedih yang tiada terkira. Pernah doi mau bunuh diri lantaran cintanya kandas direrumputan. Namun untunglah engkong haji segera memergokinya sebelum lehernya digantungkan pada seutas tali rapia yang ia ikatkan di pohon jengkol.
Duh wahyu…. jangan nekad begitu dong. Ingatlah jodoh, rejeki, maut semua sudah Allah tentukan. Seandainya kamu jadi dengan Yani berlum tentu doi baik untukmu, untuk agamamu dan untuk akhiratmu. Yakinlah bahwa Allah telah memilihkan kita seorang pendamping orang yang benar-benar terbuat dari tulang rusuk kita. Aku yakin itu. Jangan engkau mengambil langkah bodoh. lebih baik kamu optimasi sajah blog peserta kontes seo mengembalikan jati diri bangsa